Si Manis Kecap be A Princess

Si Manis Kecap be A Princess

Kamis, 14 Oktober 2010

tugas aiiang

MASALAH POKOK EKONOMI
oleh Belajar Ekonomi dgn Budi Ediya pada 22 September 2010 jam 17:53
Untuk menghadapi kelangkaan sumber daya dalam perekonmian, maka kita harus bisa menetapkan pilihan terbaik dari berbagai kemungkinan pilihan yang bisa dilakukan. Karena peenatapan suatu pilihan akan berdampak terhadap yang lainnya. Problema atau permasalahan pokok ekonomi terhadap barang dan jasa, berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan manusia yaitu :

1.   Menurut Ajaran Modern
Permasalahan ekonomi menurut ajaran ekonomi modern, meliputi 3 hal yang harus dipertimbangkan yakni :

§  Barang apa yang akan diproduksi ( what )
Hal-hal yang berkaitan dengan ini antara lain
1)      barang yang sesuai dengan kebutuhan
2)      barang yang sesuai dengan selera
3)      barang yang sesuai dengan pendapatan
4)      barang yang sesuai dengan mutu
5)      barang yang sesuai dengan harga atau daya beli
6)      barang yang bermanfaat dan halal
  
§  Bagaimana cara memproduksi ( How )
Hal-hal yang berkaitan dengan ini ialah mengenai penggunaan teknologi proses produksi.
Penggunaan proses produksi dengan cara :
1.     Cara Tradisional, Ciri-cirinya antara lain ; untuk memenuhi kebutuhan sendiri, alat produksi sangat sederhana, bersifat turun temurun, dan modal kecil
2.     Cara Sederhana, Ciri-cirinya antara lain ;  untuk memenuhi kebutuhan sendiri dan orang lain, alat produksi masih sederhana, sudah mengenal cara produksi, modal agak besar
3.     Cara Modern (canggih), Ciri-cirinya antara lain : bersifat profesional, organisasi dan manajemen sangat baik, modal dan investasi sangat besar, untukmemenuhi pesanan, kualitas dan kuantitas barang terjamin dan bergaransi
§  Untuk siapa barang diproduksi ( for whom )
Hal-hal yang berkaitan dengan untuk siapa barang diproduksi yaitu antara lain :
1)      untuk masyarakat dalam negeri
2)      untuk masyarakat luar negeri

2.   Teori Ilmu Ekonomi Klasik
Berdasarkan teori ekonomi klasik, masalah pokok ekonomi terdiri dari :
1.  Masalah Produksi
Produksi ialah suatu kegiatan menghasilkan,merubahbentuk dan meningkatkan guna barang dan jasa yang dihasilkan. Kegiatan produksi merupakan kegiatan memadukan faktor-faktor produksi dalam suatu proses produksi yang dilakukan secara berkesinambungan, menghasilkan barang dan jasa dengan jaminan mutu (kualitas), jumlah (kuantitas) terjamin dan harga (price) barang terjangkau oleh konsumen dan masyarakat.
2. Masalah Distribusi
Distribusi suatu kegiatan menyalurkan barang dan jasa dari pihak produsen sampai ke pihak konsumen. Kegiatan distribusi merupakan kegiatan yang sangat penting, karena melalui kegiatan distribusi atau pemasarana konsumen emmperoleh barang yang diinginkan, disamping itu kegiatan distribusi akan sangat menentukan keberhasilan suatu perusahaan dalam menyalurkan barang-barang hasil industri, pertanian dan nelayan.
3. Masalah Konsumsi
Konsumsi adalah suatu kegiatan pelaku ekonomi yang memanfaatkan dan menghabiskan nilai guna barang dan jasa. Barang atau jasa yang dikonsumsi umumnya adalah barang atau jasa yang harganya terjangkau, berkualitas, bermoral, sesuai dengan penghasilan, budaya, bergizi dan mempunyai jaminan.

Secara sistematis permasalahan ekonomi yaitu masalah memilih (choice) atau seni memilih dari masalah yang dihadapi, oleh perseorangan atau masyarakat dalam memnuhi kebutuhan yang sifatnya tidak terbatas dihadapkan pada sumber daya yang terbatas (langka). Tetapi umumnya manusia mempunyai daya nalar tinggi, hati, moral dan martabat mempunyai beberapa alternatif penggunaan, yaitu memilih alokasi sumber yang baik dan bermanfaat.




https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi5pc_QQvuG9IFliu8Hags3ZE2zPnl1j4TRarNVGoivg1-AHoZN22nB-at8NZlaTeVe__ihVI_XnB8-pnfDEINT3pIyxPWC3riCnH-zVm9kujfpTgeGMnu6swVemrsovqG6VsX1rE6Lx1w/s400/D.jpg
Pernahkah kamu atau keluarga Anda mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari misal ketika ayah Anda kehilangan pekerjaan (di PHK) Pada saat itu Anda ingin membantu orangtua Anda bukan? Apa yang akan Anda lakukan?
Ayo kita lihat kisah teman kita, Shanty, berikut ini.
Saat ini keluarga Shanty sedang mengalami permasalahan tersebut di atas. Kemudian Shanty memutuskan untuk mencari uang dengan menjual makanan di sekitar rumah dan sekolahnya. Selanjutnya, ia mulai menganalisis pertanyaan-pertanyaan seperti ini :
1. Makanan apa yang harus dibuat sebelum ia berangkat sekolah? Melihat waktu yang sempit Shanty memutuskan untuk membuat goreng-gorengan atau pangan kecil seperti : ubi, singkong, tahu, dan pisang goreng.
2. Bagaimana cara membuatnya? Siapa saja yang akan membantu? Shanty membagi tugas untuk ayah, ibu, dan adiknya. Ayah dan ibu bertugas membeli bahan-bahan makanan di pasar setiap malam. Shanty dan adiknya bertugas membuat makanan dibantu ibu.
3. Siapa sajakah orang-orang yang akan mengkonsumsi gorengan itu? Shanty berharap gorengan itu dapat dikonsumsi oleh yang membutuhkan sarapan, untuk itu ibu menitipkannya ke warung di dekat rumah, Shanty dan adik juga menitipkan gorengan di kantin sekolah.
Anda lihat bahwaShanty sudah dapat menjawab ketiga pertanyaan tersebut, bukan? Jawaban yang diberikan berupa tindakan ekonomi untuk memecahkan masalah ekonomi keluarganya. Cobalah anda ingat kembali permasalahan ekonomi yang Anda dan keluarga pernah alami. Apa yang Anda lakukan saat itu ?
Contoh di atas merupakan salah satu masalah ekonomi sebuah masyarakat kecil, yaitu keluarga. Masyarakat umum dan negarapun harus menjawab tiga pertanyaan tersebut.
Ayo, kita lihat lebih dekat tiga pertanyaan mendasar tersebut.
Dalam masyarakat banyak permasalahan yang dihadapi. Secara klasik dalam ilmu ekonomi dapat dijawab melalui kata tanya apa, bagaimana, dan siapa yang mampu mengatasi masalah tersebut, sehingga yang menjadi pokok masalah ekonomi ada tiga, yaitu: konsumsi, produksi dan distribusi.
1.Masalah Pokok Ekonomi Klasik
Konsumsi
Konsumsi adalah: suatu kegiatan yang menghabiskan atau mengurangi nilai guna suatu benda. Dalam kegiatan ekonomi yang dinamakan konsumsi, manusia menggunakan semua benda yang mereka butuhkan. Macam-macam kebutuhan yang digunakan dalam ekonomi klasik hanya terjadi secara sederhana saja. Seseorang atau disebut konsumen dalam kegiatan ekonomi hanya menghabiskan dan mengurangi nilai guna atau manfaat suatu benda saja. Dalam menghabiskan benda, konsumen benar-benar memakai benda tersebut tanpa sisa. Contohnya : makan, minum, dan lain sebagainya. Sedangkan jika mengurangi nilai guna, maksudnya konsumen menggunakan benda tersebut tidak sekaligus habis. Contohnya : memakai pasta gigi, sabun mandi, dan lain-lain.
Produksi
Produksi adalah : suatu kegiatan yang menghasilkan atau menambah nilai guna suatu benda. Pada kegiatan produksi, lebih cenderung dikenal sebagai produsen atau penghasil/mengolah suatu benda.
Distribusi
Distribusi adalah : suatu kegiatan yang menyalurkan benda dari produsen ke konsumen.

Pokok masalah tadi selanjutnya diperluas oleh aliran ekonomi modern, yaitu apa dan berapa, bagaimana, dan untuk siapa barang diproduksi.
2.Masalah Pokok Ekonomi Modern
Apa dan Berapa Barang Yang Akan Diproduksi (What).
Masyarakat harus menentukan jenis dan jumlah barang atau jasa yang akan diproduksi dan menentukan kapan proses produksi dilakukan (Paul A Samuelson, 2002). Sumber daya yang tersedia jumlahnya terbatas atau langka sehingga tdak ada perekonomian yang dapat memproduksi barang dan jasa sebanyak yang diinginkan oleh seluruh anggota masyarakatnya.
Apakah kita akan memproduksi beras atau gandum? Apakah kita akan membangun lebih banyak rumah mewah atau rumah sederhana? Dalam hal ini masyarakat harus memilih barang apa saja yang akan diproduksi atau berapa banyak barang tersebut diproduksi.
Bagaimana Cara Memproduksi (How)?
Setelah jenis dan jumlah produksi dipilih, persoalan yang harus dipecahkan adalah: bagaimana barang tersebut diproduksi? - siapa yang memproduksi? - sumber daya apa yang digunakan? - teknologi apa yang digunakan?
Barang dan jasa biasanya dapat diproduksi dengan kombinasi sumber daya dan teknik yang berbeda. Oleh sebab itu masyarakat menghadapi masalah pemilihan teknik mengolah sumber daya dengan biaya paling sedikit untuk setiap satuan barang dan jasa yang diputuskan untuk diproduksi.
Untuk siapa barang diproduksi (For Whom)?
Setelah pemecahan persoalan bagaimana memproduksi lebih lanjut adalah: untuk siapa ( for whom) barang yang akan diproduksi? - siapa yang harus menikmati? Masyarakat harus menentukan seberapa banyak kebutuhan dari setiap konsumen harus dipenuhi. Siapa yang membutuhkan buah-buahan impor. Untuk siapa barang-barang mewah diproduksi?
Nach, agar Anda lebih memahami masalah pokok ekonomi ini Anda dapat mengisi tabel di bawah ini.
TABEL MASALAH POKOK EKONOMI

EKONOMI KLASIK EKONOMI MODERN
1................................1..................................
2................................2..................................
3................................3..................................

LATIHAN KEGIATAN 3
Jawablah pertanyaan berikut ini.
1.Jika Anda mengalami masalah ekonomi, apakah yang Anda lakukan? Setujukah Anda jika untuk menyelesaikan masalah tersebut harus menghadirkan kata tanya : apa, bagaimana dan untuk siapa ? jelaskan jawaban Anda!.
2.Apakah yang menjadi pemecahan permasalahan dalam ekonomi klasik?
3.Dan apakah pula yang menjadi pemecahan permasalahan dalam ekonomi modern?
4.Dapatkah Anda menjelaskan kata tanya “untuk siapa barang diproduksi?” menurut pendapat Anda?



Masalah Pokok Ekonomi
oleh: psikodrug    
·         Summary rating: 3 stars (10 Tinjauan) 
·         Kunjungan : 290 
·         kata:600 
·          
Sumber daya yang terbatas menimbulkan paling sedikit tiga masalah pokok
dalam perekonomian yang harus dipecahkan oleh masyarakat sebagai subjek
ekonomi. Tiga masalah pokok tersebut adalah sebagai berikut.
1. Barang dan jasa apa yang akan diproduksi What
Masalah pokok ekonomi yang membutuhkan pemecahan di antaranya
adalah barang apa yang akan diproduksi? Barang primer, sekunder, tertier
atau ketiganya? Mana yang paling dibutuhkan? Berapa banyak dari masingmasing
barang tersebut diproduksi?
Dengan sumber daya yang tersedia produsen harus mampu
memutuskan penggunaan barang tersebut untuk sumber daya. Misalnya
terdapat sebidang tanah, digunakan untuk apa tanah tersebut? Apakah untuk
bercocok tanam? Membangun rumah atau pabrik? Keputusan yang tepat
dapat mengatasi beberapa masalah ekonomi dan menekan sedikit
kemungkinan timbulnya masalah baru.
2. Bagaimana cara memproduksi o
Pertanyaan ini menyangkut teknik produksi yang diterapkan dan
kemampuan mengombinasikan faktor-faktor produksi atau sumber daya
alam yang ada di dalam proses produksi. Dengan keterbatasan sumber daya
ekonomi yang tersedia para produsen harus mampu mengombinasikannya
bahkan sampai kepada penentu pihak-pihak yang akan dilibatkan dalam
proses produksi.
3. Untuk siapa barang atau jasa dihasilkan for Whom
Pertanyaan ini menyangkut masalah untuk siapa atau lapisan
masyarakat yang mana yang menikmati barang dan jasa yang diberikan.
Apakah setiap warga negara mendapat bagian yang sama atau berbeda?
Apakah pendapatan nasional telah diretribusikan secara adil? Apakah
proyek tertentu perlu dilaksanakan agar setiap penduduk dapat
mengonsumsinya? Semua pertanyaan tersebut menyangkut untuk siapa
barang dan jasa diproduksi.
Ketiga masalah di atas, yaitu what, how, dan for whom bersifat fundamental
dan saling berhubungan satu dengan yang lainnya serta selalu dihadapi oleh
setiap negara, baik negara sedang berkembang maupun negara yang sudah maju.
Namun, tidak semua perekonomian dapat memecahkan ketiga masalah tersebut
dengan cara yang sama. Kemungkinan-kemungkinan produksi setiap negara
untuk memecahkan masalah-masalah pokok yang dihadapai oleh setiap negara
tergantung dari sistem perekonomian yang dianut oleh masing-masing negara.
Hal ini akan dijelaskan lebih lanjut pada Bab II termasuk sistem ekonomi apa
yang dianut oleh Indonesia untuk menjawab ketiga masalah pokok ini.
Diterbitkan di: September 26, 2010




Posted on Minggu, 4 - April - 2010 by bajirul
Berdasarkan pada keterbatasan pada sumber daya yang ada maka manusia harus memilih barang-barang mana yang perlu dihasilkan agar mendapatkan hasil kepuasan yang maksimum. Karenanya, timbullah 3 masalah-masalah pokok ekonomi berikut ini:
  1. Barang dan jasa apa yang akan dihasilkan (what).
  2. Bagaimana barang dan jasa itu dihasilkan (how).
  3. Untuk siapa barang dan jasa itu dihasilkan (for whom).
What
What berdasarkan dengan kebutuhan apa yang paling mendesak bagi masyarakat. Jika masyarakat menginginkan suatu barang tertentu, maka diproduksilah barang tersebut, sehingga hasil produksi bisa terserap oleh masyarakat. Misalnya: pada awal perkembangan laptop kecil (palm top), masyarakat kurang antusias terhadap produk tersebut, sehingga produk tersebut tidak terserap secara baik di masyarakat. Akan tetapi akhir-akhir ini kembali lagi muncul laptop kecil (dengan nama baru netbook), masyarakat sangat antusias dengan produk lama yang muncul kembali ini. Kemunculannya sangat tepat dengan keinginan masyarakat sekarang yang menginginkan gadget yang serba portable, ringan, nyaman, kaya fitur, akses internet dan tentu saja dengan harga yang jauh lebih murah.
How
How berkaitan dengan teknik bagaimana menghemat sumber daya untuk menghasilkan produksi yang maksimal. Misalnya dengan menggantikan produksi manual dengan produksi secara mesin. Cara ini bisa mempercepat produksi, menghemat bahan mentah dan sebagainya, sehingga bisa menghemat biaya produksi dan bisa memenuhi kebutuhan lebih banyak.
For whom
For whom menyangkut siapa yang akan memakai barang hasil produksi, misalnya ada barang yang khusus untuk anak-anak, remaja, orang dewasa, kemudian barang khusus untuk kalangan menengah ke atas atau menengah ke bawah dan seterusnya.
Untuk memecahkan masalah tersebut, masyarakat melakukan beberapa hal berikut:
  1. Tradisi dan kebiasaan yang dilakukan oleh masyarakat primitif.
  2. Insting yang biasa dilakukan oleh binatang.
  3. Perintah yang dilakukan di dalam masyarakat yang mana diktator berkuasa.
  4. Mekanisme harga yaitu suatu prores yang terjadi di masyarakat dimana terjadi gaya tarik menarik antara produsen dan konsumen di pasar input maupun output.
Gerak dari setipa input (faktor-faktor produksi) dan output (barang) bisa digunakan untuk memecahkan 3 masalah pokok dalam ekonomi masyarakat:
  1. Bila permintaan terhadap suatu barang naik, maka harga jual barang tersebut akan naik, sehingga penjual mendapatkan untung lebih besar. Produsen akan meningkatkan kapasitas produksi, barang-barang menjadi berlimpah, maka harga barang menjadi turun dan akhirnya produsen menyesuaikan jumlah barang yang diproduksi. Disini terlihat bahwa gerak harga barang bisa menentukan apa dan berapa jumlah barang yang bisa diproduksi.
  2. Barang-barang diproduksi dari beberapa faktor produksi. Apabila salah satu atau lebih faktor produksi mengalami kenaikan harga, maka para produsen cenderung akan menghemat faktor produksi tersebut atau menggunakan faktor produksi yang lain atau substitusi. Sehingga bisa disimpulkan bahwa gerak harga input mempengaruhi kombinasi yang akan dipakai produsen dalam menjalankan proses produksinya.
  3. Ketika barang hasil produksi itu dijual kepada konsumen, maka konsumen membelinya dengan penghasilannya dari hasil penjualan faktor produksi yang dimilikinya kepada produsen. Sehingga bisa disimpukan bahwa faktor produksi dan harga setiap unitnya mempengaruhi besar kecil penghasilan seseorang.
Walaupun bisa memecahkan masalah-masalah di atas, mekanisme harga tidak bisa digunakan untuk memecahkan semua masalah-masalah ekonomi yang ada, beberapa diantaranya yang berkaitan dengan masalah khusus berikut ini:
  1. Distribusi pendapatan, tidak selamanya mekanisme harga memecahkan masalah for whom secara adil.
  2. Ketidaksempurnaan pasar, kekuatan ekonomi yang terlalu berbeda di pasar akan menyebabkan mekanisme harga yang terjadi tidak mencerminkan prioritas masyarakat secara wajar, sehingga what dan how tidak terpecahkan secara baik.
  3. Barang-barang kolektif, barang-barang tertentu yang hanya bisa disediakan secara kolektif masyarakat, maka harga barang tersebut tidak ada, kalaupun ada tidak mencerminkan kebutuhan masyarakat yang sebenarnya, sehingga jelas hal ini tidak bisa dipecahkan oleh what. Misalnya keamanan masyarakat.
  4. Eksternalitas, mekanisme harga tidak bisa memperhitungkan masalah-masalah sosial yang timbul sebagai akibat dari kegiatan ekonomi.
  5. Pengelolaan perekonomian secara makro, mekanisme harga tidak bisa menstabilkan gejolak naik dan turunnya kegiatan ekonomi secara nasional.
Referensi:
Adi Kuswanto, Zuhad Ichyaudin, Pengantar Ekonomi, Penerbit Gunadarma, ed. 1, cet. 5 th 1996.
Wahyu Ario Pratomo, Buku Ajar Teori Ekonomi Makro, Departemen Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara, 2006.





MINGGU, 18 MEI 2008
A. MASALAH POKOK EKONOMI
1. Menurut Aliran Klasik
Masalah pokok ekonomi sudah ada sejak dulu dan tetap hingga sekarang. Berikut ini kita akan membahas masalah pokok ekonomi yang telah muncul sejak manusia hidup berkelompok atau bermasyarakat berdasarkan tinjauan ekonomi klasik dan ekonomi modern.Ekonomi klasik diwakili oleh ADAM SMITH. Menurut ilmu ekonomi klasik, masalah pokok ekonomi masyarakat dapat digolongkan kepada 3 permasalahan penting yaitu masalah produksi,masalah distribusi, dan masalah konsumsi.
a. Masalah Produksi
Untuk mencapai kemakmuran, baranng-barang kebutuhan harus tersedia ditengah masyarakat, karna masyarakat sangat hitrogen, maka barang-barang yang tersediapun beragam jenisnya sehingga muncul permasalahan bagi produsen, yaitu barang apa saja yang harus diproduksi.
b. Masalah Distribusi
Agar barang atau jasa yang di hasilkan dapat sampai kepada orang yang tepat, dibutuhkan sarana dan prsarana distribusi yang baik.
c. Masalah Konsumsi
Barang hasil produksi yang telah didistribusikan kpd masyarakat idialnya dapat dipakai atau dikonsumsi oleh masyarakat yang tepat dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan yang tepat pula.
2. Masalah Pokok Ekonomi Menurut Aliran Modern
Para ahli ekonomi modrn sepakat bahwa dengan sumberdaya yang tersedia, pling sedikit ada 3 masalah pokok yang dihadapi setiap perekonomian yang harus dipecahkan oleh masyarakat sebagai subjek ekonomi.
B. Sistem Ekonomi
sistem ekonomi adalah perangkat atau alat yang digunakan untuk menjawab secara tuntas masalah apa, bagaimana, dan untuk siapa barang diproduksi. Efektif atau tidaknya jawaban-jawaban yang diberikan sangat tergantung kepada sistem ekonomi yang dipilih.
Menurut Bacharawi sanusi,
  1. Sumber-sumber historis, kultural, cita-cita, keinginan dan sikap penduduk
  2. Sumberdaya alam dan iklim
  3. Filsafat yg dimiliki dan dibelah sbgan besar penduduk
  4. Teorisasi pengalaman yg dilakukan oleh penduduk
  5. Uji coba.
1. Sistem Ekonomi Tradisional
Dalam sistem ekonomi tradisional, masalah apa, bagaimana, dan untuk siapa, dijawab dengan adanya adat atau tradisi turun-temurun.
2. Sistem Ekonomi Komando
Sisi ekstrim sistem ekonomi lainnya adalah sistem ekonomi komando atau perencanaan terpusat.
3. Sistem Ekonomi Pasar(Kapitalitas/ Liberal)
Jika sistem ekonomi komando dikendalikan oleh pemerintah, maka lain dengan sistem ekonomi pasar yang menyerapkan jawaban permasalahan ekonomi seluruhnya kepada pasar.
4. Sistem Ekonomi Campuran
Sistem ekonomi campuran (Mixed Ekconomi) mengambil sebagian unsur-unsur pasar, tradisional, & komando.
C. PERAN PELAKU EKONOMI
Dengan demikian pelaku ekonomi menjadi 4 kelompok
a. Perusahaan
b. Rumah tangga
c. Pemerintah,dan
d. Masyarakat luar negEri
1. Rumah tangga
Rumah tangga adalah kelompok masyarakat sebagai pemilik faktor-faktor produksi.
2. Perusahaan
Dalam ekonomi yg dimaksud dengan kegiatan produksi adalah usaha yang teratur untuk menghasilkan barang & jasa untuk kepentingan orang lain.
3. Pemerintah
a. Peranan pemerintah sebagai pengatur
b. Peranan pemerintah sebagai pengontrol
c. Peranan pemerintah sebagai penguasa
d. Peranan pemerintah sebagai konsumen
e. Peranan pemerintah sebagai produsen/investor.
4. Masyarakat luar negri
a. Masyarakat luar negri sbg konsumen
b. Masyarakat luar negri sbg produsen
c. Masyarakat luar negri sebagai invvestor
d. Sumber tenaga kerja ahli




PENDAHULUAN
Selamat atas keberhasilan Anda telah menamatkan pendidikan SLTP, dan kini Anda menekunipendidikan di SMU Terbuka. Semoga kesuksesan akan selalu Anda peroleh untuk masa-masa yang akan datang.
Modul “Permasalahan Pokok Ekonomi” ini, merupakan modul yang mengkaji tentangkebutuhan manusia yang banyak dan beraneka ragam, dihadapkan pada ketersediaan alatpemuas kebutuhan yang terbatas.
Tentunya dengan mempelajari modul ini, Anda akan mengetahui lebih banyak tentang
“bagaimana upaya manusia memenuhi kebutuhan untuk mencapai kemakmuran”.
Modul ini dibagi dalam dua kegiatan belajar yaitu:
1.Kegiatan Belajar 1
Inti Masalah Ekonomi
2.Kegiatan Belajar 2
Kedudukan dan Tinjauan Ilmu Ekonomi
Setelah mempelajari modul ini, Anda diharapkan dapat menjelaskan masalah ekonomi, ilmu
ekonomi, dan kegiatan ekonomi.
Pelajarilah modul ini dengan kegiatan belajar demi kegiatan belajar. Mulailah dari kegiatanbelajar 1 hingga Anda bisa kuasai dengan baik. Untuk mengetahui apakah Anda telahmenguasai pelajaran ini, kerjakan tugas yang disediakan pada akhir kegiatan belajar,kemudian cocokkan jawaban Anda dengan kunci jawaban yang telah disediakan.
Pelajari kembali tugas yang belum terjawab dengan benar sehingga Anda yakin betul telahmenguasai kegiatan belajar tersebut. Untuk selanjutnya mempelajari kegiatan belajarberikutnya.
Untuk mempelajari modul ini disediakan waktu 7 x 45 menit, termasuk waktu untuk
mengerjakan Tes Akhir Modul.
Selamat Belajar!
4
http://htmlimg1.scribdassets.com/blpad14h1peklc/images/5-0ea8e3ef89/000.jpghttp://htmlimg1.scribdassets.com/blpad14h1peklc/images/5-0ea8e3ef89/000.jpghttp://htmlimg1.scribdassets.com/blpad14h1peklc/images/5-0ea8e3ef89/000.jpghttp://htmlimg1.scribdassets.com/blpad14h1peklc/images/5-0ea8e3ef89/000.jpg
INTI MASALAH EKONOMI
5
Kegiatan Belajar 1
Secara khusus, modul ini bertujuan agar Anda setelah mempelajari kegiatan
belajar ini mampu:
1. menjelaskan pengertian kebutuhan;
2. menyebutkan macam-macam kebutuhan;
3.menyebutkan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kebutuhan;
4.menyebutkan macam-macam benda pemuas kebutuhan;
5.menyebutkan macam-macam kegunaan benda;
6.memberi contoh kelangkaan alat pemuas kebutuhan; dan
7.menyebutkan masalah pokok ekonomi.
1. Kebutuhan Manusia
Apabila kita amati kegiatan di pagi hari, kita melihat hampir seluruh wargamasyarakat berangkat menuju tempat kerja untuk mencari nafkah gunamemenuhi kebutuhan keluarganya.
Gambar 1.Kesibukan di berbagai lapangan kerja.
Coba Anda amati! Pegawai menuju ke kantor, pedagang ke pasar, ke toko atau siapmenjajakan dagangannya, petani membajak sawah, dan banyak lagi kegiatan masyarakatlain. Nah! Sekarang tentunya Anda menjawab untuk apa mereka bekerja, apa yangmereka cari?
Benar! Mereka sibuk mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Untuk hiduppantas, memang banyak sekali yang kita butuhkan. Tentunya tidak hanya makanan,pakaian, tempat tinggal, masih banyak lagi yang lain, misalnya: buku, obat-obatan, alat





STANDAR  KOMPETENSI

1. Memahami permasalahan ekonomi dalam kaitannya dengan kebutuhan manusia, kelangkaan dan sistem ekonomi
 
KOMPETENSI  DASAR
 
1.3.  Mengidentifikasi masalah pokok ekonomi, yaitu   tentang apa, bagaimana dan untuk siapa  barang diproduksi  
1.4.  Mengidentifikasi hilangnya kesempatan pada tenaga  kerja bila melakukan produksi di bidang  lain 
INDIKATOR 
  • Mengidentifikasi  barang apa, bagaimana  cara memproduksi dan  untuk siapa barang diproduksi.
  • Mendeskripsikan pengertian biaya peluang.
  • Menunjukan contoh biaya peluang pada kesempatan kerja bila melakukan produksi di bidang lain.
   
Menurut  aliran Klasik
Aliran  ekonomi klasik menyebutkan bahwa ada tiga masalah pokok ekonomi  yaitu : Produksi,  Distribusi dan Konsumsi. Ketiga aspek ini  harus dikelola sedemikian rupa agar tercipta  hasil yang maksimal demi kemakmuran masyarakat 
Menurut  aliran Modern
Ekonomi  modern  mengakomodasikan masalah ekonomi dalam 3 masalah pokok, yaitu barang apa yang   di produksi dan berapa jumlahnya (What), bagaimana cara memproduksi (How), dan untuk siapa barang tersebut di produksi (ForWhom) 
Masalah  Pokok Ekonomi
Karena sumber  daya terbatas, masyarakat harus memutuskan  barang apa yang akan di produksi (what). Sangat tidak mungkin untuk memproduksi semua jenis benda pemuas kebutuhan. Setelah ditentukan apa yang akan diproduksi, kemudian diputuskan berapa jumlah barang yang harus diproduksi sehingga dapat ditentukan berapa sumber daya yang dibutuhkan untuk proses produksi.  
Barang  apa dan berapa jumlah barang yang harus  diproduksi?
(What?)
Bagaimana cara  memproduksi?
(How?)
 
  • Masalah  dalam hal ini adalah: 
  • Teknologi atau metode produksi apa yang digunakan untuk memproduksi suatu barang: berapa jumlah tenaga kerja, jenis mesin, serta bahan mentah apa yang akan digunakan.
  • Bagaimana mengkombinasikan faktor-faktor produksi yang ada agar berhasil dan berdaya guna
Untuk  siapa di produksi?
(For Whom?) 
Siapa yang  memerlukan barang tersebut dan siapa saja  yang menikmati hasilnya. Apakah barang-barang  yang diproduksi tersebut akan didistribusikan  menurut ukuran pendapatan, kekayaan atau kelompok  tersebut di masyarakat
Ingat! 
  • Ketiga  masalah diatas (what, how dan for whom)  bersifat fundamental dan saling berhubungan  satu dengan yang lainnya.
  • setiap negara mengalami masalah tersebut namun tidak semua perekonomian memecahkannya dengan cara yang sama.
  • Kemungkinan-kemungkinan produksi setiap negara untuk memecahkanmasalah-masalah pokok yang dihadapai oleh setiap negara tergantung dari sistem perekonomian yang dianut oleh masing-masing negara
  • Pemilihan terhadap beberapa kemungkinan tersebut akan menimbulkan biaya peluang
Biaya  Peluang 
(opportunity  cost) 
adalah nilai  barang atau jasa yang dikorbankan karena  memilih alternatif lain
Biaya  sehari-hari 
adalah pengorbanan  yang harus dilakukan untuk melakukan suatu  kegiatan ekonomi 

Biaya Eksplisit
adalah biaya  yang benar-benar dikeluarkan 
Biaya Implisit 
adalah sama  dengan biaya peluang 
Laba Akuntansi
Adalah pendapatan  dikurangi biaya eksplisit 
Laba Ekonomi
adalah pendapatan  dikurangi biaya eksplisit dan biaya implisit 
Contoh    
  • Amir  saat ini adalah sebuah manajer pada perusahaan  telekomunikasi. Gaji dia setiap bulan adalah  Rp.5.000.000,-
  • Amir beralih pekerjaan dan membuat usaha baru, yakni usaha Warung Internet.
  • Untuk itu, biaya yang dikeluarkan untuk sewa tempat, pembelian peralatan komputer, akses internet dan gaji karyawan per bulan adalah sekitar Rp.10.000.000,- Penerimaan yang dia peroleh adalah Rp13.500.000,-. Maka Amir memperoleh penghasilan per bulannya adalah Rp3.500.000,-

  • Dari  contoh di atas:
    • Laba Akuntansi adalah Rp3.500.000,-
    • Biaya Eksplisit adalah Rp10.000.000,-
    • Biaya Implisit (biaya peluang) adalah Rp5.000.000,-
    • Laba Ekonomi adalah Rp13.500.000-Rp10.000.000-Rp5.000.000,-
      = (Rp1.500.000,-) -> Rugi 1,5juta Rupiah
    • Jadi, jika dilihat dari laba ekonomi, maka Amir mengalami kerugian
Contoh  lain biaya peluang 
  • Hadi  ditawari untuk bekerja disuatu perusahaan dengan  gaji Rp1.500.000,00  per bulan di sisi  lain Hadi memiliki kemampuan secara Skill  dan Modal untuk melakukan produksi suatu  barang dengan peluang mendapatkan laba Rp5.000.000,00  per bulan tapi setelah melalui proses  produksi dan promosi selama 5 bulan. 
Dari  ilsutrasi di atas kemungkinan yang bisa  terjadi diantaranya adalah: 
  • Jika  Hadi lebih memilih mengambil peluang untuk   melakukan produksi sendiri maka dia telah  kehilangan peluang untuk  bekerja pada  orang lain  dengan gaji Rp1.500.000,00  selama 4 bulan, itulah yang dimaksud    dengan biaya peluang. Jadi besarnya biaya  peluang bagi Hadi selama 4 bulan adalah  4 x  Rp1.500.000,00  = Rp6.000.000,00.
LATIHAN 
  • Diskusikan  dengan rekan sebangku, salah satu contoh  biaya peluang yang terjadi pada kehidupan  sehari-harimu. Hitunglah berapa besar biaya  peluang yang muncul dan alasan mengapa  mengambil peluang tersebut?
Terima  kasih, selamat belajar



Tidak ada komentar:

buku pengunjung...!!!!


ShoutMix chat widget

my music paramore

talent

feeling

MyNiceSpace.com -

emo chat